BAMBOO ARCHITECTURE IN BALI: A MULTIDISCIPLINARY PATHWAY TOWARD SUSTAINABLE TOURISM AND SDGs

  • Ni Putu Yunita Laura Vianthi
  • Frysa Wiriantari
  • Wayan Warta Yasa

Abstrak

This research examines bamboo architecture in Bali as a multidisciplinary approach to sustainable tourism and SDG achievement. Through qualitative analysis of Green School Bali, Green Village, and Penglipuran Bamboo Forest, the study investigates how bamboo construction integrates traditional wisdom with modern sustainability principles. Findings demonstrate that bamboo architecture significantly contributes to SDG 8, 11, 12, and 13 through green job creation, carbon emission reduction, and community empowerment. Cross-disciplinary collaboration among architects, engineers, and local communities enables effective sustainable tourism development. This study provides a replicable model for community-based sustainable architecture that balances economic growth, environmental preservation, and cultural heritage conservation globally.

Referensi

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali. (2023). Laporan Statistik Lingkungan dan Sumber Daya Alam Provinsi Bali 2023 . Denpasar: BPS Provinsi Bali.

Bank Dunia. (2022). Indonesia: Menuju model pariwisata yang lebih berkelanjutan . Washington, DC: Grup Bank Dunia.

Bappenas. (2024). Laporan Capaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs) Indonesia 2024 . Jakarta: Kementerian PPN/Bappenas RI.

Berita Antara. (2025, Juni). Investasi Pariwisata Bali mencapai 20,8 persen dari total nasional semester I 2025 . Jakarta: LKBN Antara.

Cole, S. (2012). Ekologi politik kesetaraan air dan pariwisata: Studi kasus dari Bali. Annals of Tourism Research, 39 (2), 1221–1241. https://doi.org/10.1016/j.annals.2012.01.003

FAO. (2021). Bambu sebagai material konstruksi berkelanjutan: Peluang untuk bangunan hijau dan pembangunan pedesaan di Asia-Pasifik . Roma: Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Gossling, S., Scott, D., & Hall, CM (2020). Pandemi, pariwisata, dan perubahan global: Penilaian cepat COVID-19. Jurnal Pariwisata Berkelanjutan, 29 (1), 1–20. https://doi.org/10.1080/09669582.2020.1758708

Hardy, J., Hardy, C., & Hardy, E. (2013). Sekolah Hijau: Membangun masa depan berkelanjutan di Bali . Bali: PT Bamboo Pure.

IBUKU. (2024). Inovasi dalam arsitektur bambu . Bali: Publikasi IBUKU Studio.

Iswanto, AH (2017). Potensi pemanfaatan bambu untuk pembangunan bangunan berkelanjutan di Indonesia. Seri Konferensi IOP: Ilmu Bumi dan Lingkungan, 60 (1), 1–8. https://doi.org/10.1088/1755-1315/60/1/012016

Pusat Pembangunan Berkelanjutan Universitas Udayana. (2023). Pariwisata berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat di Bali . Denpasar: Udayana Pers.

Putra, IND (2020). Pariwisata, budaya, dan masyarakat di Bali: Transformasi dan tantangan . Denpasar: Universitas Udayana Pers.

Perserikatan Bangsa-Bangsa. (2023). Laporan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan 2023. New York: Departemen Urusan Ekonomi dan Sosial Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Suryawan, A. (2022). Dampak sosial-ekonomi pariwisata Bali pascapandemi dan tantangan pembangunan berkelanjutan. Jurnal Kajian Pariwisata dan Budaya, 24 (3), 155–172.

UNWTO & UNDP. (2018). Pariwisata dan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan – Perjalanan Menuju 2030. Madrid: Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO).

Diterbitkan
2025-11-14