BUILDING EARLY CHARACTER THROUGH LITERATURE CREATIVITY IN “WAYANG”

  • Nyoman Yulio Kardona
  • Yohanis Umbu Pingge

Abstrak

While character education is still a hot topic for the government and remains a frequently discussed topic, its implementation remains suboptimal, particularly in terms of supporting media. Character itself is a very essential element in a person's environment, even in the life of a nation and state However, there is still a medium for understanding and implementing the values ​​​​contained in character education that is under-explored: Wayang, a part of literature, namely oral literature. Wayang can be used as a medium for understanding various life values, one of which is the value of character education. In practice, it can be used in schools and the surrounding environment. One example is in Bali, which still maintains the Wayang tradition. Wayang in Bali is one of the sacred means in life, which is marked by the Tumpek Wayang Feast Day (Rahinan). It has been a hereditary and ingrained tradition for Hindus to carry out various mandatory activities during Rahinan Tumpek Wayang. One of these is the Sapuh Leger Wayang Performance. Because it is obligatory, Wayang performances in Bali are familiar to children from an early age. Therefore, Wayang can become a literary medium from an early age, especially oral literature with the function of educating and implementing all kinds of values, including the values ​​contained in character education.

Referensi

Amir, Andriyetti. 2013. Sastra Lisan Indonesia. Yogyakarta: Andi Offset.

Coleman, S & Watson, H. 2005. Pengantar Antropologi. Bandung: Penerbit Nuansa.

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. 1978. Sejarah Daerah Bali. Jakarta: Proyek Penerbitan Buku Bacaan dan Sastra Indonesia dan Daerah.

Gunawan, H. 2012. Pendidikan Karakter – Konsep dan Implementasi. Bandung: Alfabeta.

Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik. 2011. Wayang Sebagai Media Komunikasi Tradisional Dalam Dimensi Informasi. Jakarta: Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Direktorat Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik.

Kesuma. D, Triatna. C, & Permana. J. 2012. Pendidikan Karakter – Kajian Teori dan Praktik di Sekolah. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Maksudin. 2013. Pendidikan Karakter Non-Dikotomik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Muslich, M. 2011. Pendidikan Karakter – Menjawab Tantangan Krisis Multidimensional. Jakarta: Bumi Aksara.

Samani, M & Hariyanto. 2013. Konsep dan Model Pendidikan Karakter. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Soetarno, Sarwanto, dan Sudarko. 2007. Sejarah Pedalangan. Surakarta: Insitut Seni Indonesia (ISI Surakarta & CV).

Diterbitkan
2025-11-14