Eproceeding Dwijendra University

Journals

  • International Conference on Multi-Disciplines Approaches for The Sustainable Development

    International Conference on Multi-Disciplines Approaches for The Sustainable Development is an international conference held by Dwijendra University in December 2022. The scope of the conference are:



    • Education

    • Management

    • Social Sciences

    • Engineering

    • Economy

    • Environment

    • Agriculture

    • Humanities

    • Ecology

    • Renewable Energy

    • Mitigation

    • Health

    • Planning & Development

    • Law & Social Policy





     



  • Seminar Nasional Inovasi dalam Penelitian Sains, Teknologi dan Humaniora - InoBali

    Era disrupsi teknologi, menuntut seseorang harus selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Lembaga pendidikan tinggi merupakan salah satu institusi dituntut mempunyai kepekaan terhadap disrupsi teknologi 4.0 . Luaran dari perguruan tinggi diharapkan mampu bersaing dalam dunia kerja. Untuk mencapai itu, perguruan tinggi diharuskan  melakukan kajian terhadap perkembangan makro dan mikro yang terjadi pada masyarakat. Hasil kajian itu dapat dijadikan acuan dalam menentukan kebijakan di perguruan tinggi.


    Perguruan tinggi sebagai salah satu lembaga  yang mencetak  dan memiliki tanggung jawab besar dalam meningkatkan SDM yang handal. Inovasi perguruan tinggi untuk menjawab tantangan zaman perlu dilakukan. Inovasi tersebut dapat berupa produk dan berupa hasil kajian dan pemikiran untuk menjawab tantangan perubahan pada dunia global. Kajian dan pemikiran harus diselaraskan dengan local wisdom sehingga disrupsi tekonolgi 4.0 tetap berlandaskan pada kearifan lokal suatu daerah.


    Universitas Dwijendra mempunyai peran menghasilkan sumberdaya manusia kompetitif yang selaras dengan kearifan lokal Bali “Nangun Sat Kerthi Loka Bali “ Untuk mencapai itu, salah satu bentuk kegiatan ilmiah  yang dilaksanakan adalah menyelengarakan seminar nasional.

  • Seminar Nasional Arsitektur, Budaya dan Lingkungan Binaan (SEMARAYANA)

    Dunia kini tengah menyongsong era revolusi industri 4.0, dalam segenap pembangunan lingkungan binaan, konstruksi di sektor properti dan infrastruktur, seni dan budaya. Profesional di bidang tersebut harus bekerja secara kreatif, inovatif dan multidisiplin guna dapat memanfaatkan disrupsi teknologinya. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah dunia sebagaimana revolusi generasi 1.0 melahirkan sejarah, ketika tenaga manusia dan khewan digantikan kemunculan mesin (mesin uap pada abad ke-18). Selanjutnya revolusi 2.0, ditandai dengan kemunculan pembangkit tenaga listrik dan motor pembakaran. Penemuan itu memicu kemunculan pesawat telepon, mobil, pesawat terbang dan lainnya. Yang mengubah wajah dunia secara signifikan. Kemudian revolusi generasi 3.0 ditandai dengan kemunculan teknologi digital dan internet. Selanjutnya, pada saat ini revolusi generasi 4.0 telah menemukan pola tatkala disrupsi teknologi hadir begitu cepat. Di mana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya. Tidak hanya dalam proses produksi melainkan juga di seluruh rantai nilai industri sehingga melahirkan model bisnis yang baru dengan basis digital guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik.


    Ada beberapa prinsip rancangan industri 4.0 yang memungkinkan setiap perusahaan untuk mengidentifikasi dan mengimplementasikan berbagai scenario industri tersebut. Menurut Wikipedia, revolusi industri 4.0 memiliki empat prinsip, di antaranya adalah: (1) Interoperabilitas (kesesuaian); kemampuan mesin, perangkat, sensor dan manusia untuk terhubung dan saling berkomunikasi satu sama lain melalui media internet untuk segalanya atau internet untuk khalayak. (2) Transformasi informasi kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan dunia fisik secara virtual dengan memperkaya model pabrik digital dengan data sensor. (3) Bantuan teknis; pertama kemampuan sistem bantuan untuk membantu manusia mengumpulkan data dan membuat visualisasi agar dapat membuat keputusan yang bijak. Kedua, kemampuan sistem siber-fisik untuk membantu manusia melakukan berbagai tugas yang berat, tidak menyenangkan atau tidak aman bagi manusia. (4) Keputusan Mandiri; kemampuan sistem siber-fisik untuk membuat keputusan dan melakukan tugas semandiri mungkin.


    Dalam seminar nasional ini yang bertema: “Pembangunan Lingkungan Binaan, Seni dan Budaya pada Era Revolusi Industri 4.0” membahas dan mendiskusikan tentang hal-ihwal yang melatar belakangi, sejarah dan prinsip-prinsip rancangan industri 4.0 ini guna memperoleh pemahaman yang benar dan baik serta optimal dalam mengimplikasikan dan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sepenuhnya.

  • SEMINAR NASIONAL EKSISTENSI ARSITEKTUR TRADISIONAL BALI DAN PENGEMBANGANNYA DI ERA GLOBAL

    SEMINAR NASIONAL EKSISTENSI ARSITEKTUR TRADISIONAL BALI  DAN PENGEMBANGANNYA DI ERA GLOBAL